Rabu, 22 November 2017

Seberuntung Burung Itu





“Burung itu indah” katamu dengan pandangan lurus ke langit dan diiringi dengan sebuah senyum.


“Oh ya? Kenapa bisa?” dan pertanyaan itu pun muncul begitu saja karena rasa penasaran akan maksud perkataan itu. “Bukankah semuanya sama saja?”


“Tentu tidak! Coba lihat, dia sangat beruntung dapat terbang dengan bebas, tanpa takut jatuh. Dapat merasakan dan melihat indahnya alam dari atas sana. Dia sangat indah dan sangat beruntung, tak ada yang lebih beruntung daripada dia” jelasmu dengan senyum yang semakin mengembang.


Dan, apakah itu benar? Kau hanya tak tahu, akulah orang yang merasa sangat beruntung saat ini. Aku merasa sangat beruntung hanya karena melihat senyumanmu serta mendengar perkataanmu yang sangat sederhana itu.

Namun, kau juga benar mungkin hanya burung itu yang beruntung. Karena aku hanya dapat melihat senyum dan mendengar perkataanmu melalui orang lain, dan aku takut untuk mendekat. Sungguh aku ingin seberuntung burung itu, agar aku dapat menjadi alasan dibalik senyum indahmu.